Minggu, 20 September 2015

manajemen sumber daya manusia



Bab 2
Manajemen Sumber Daya Manusia
A.     Definisi dan Pentingnya MSDM
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen ini terdiri dari enam unsur (6M). salah satunya adalan man. Unsur man ini berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang disebut manajemen sumber daya manusia .
Persamaan MSDM dengan manajemen personalia adalah merupakan ilmu yang mengatur unsur manusia dalam suatu organisasi, agar terwujudnya suatu tujuan tertentu.
Perbedaan MSDM dan manajemen personalia:
·         MSDM dikaji secara makro, manajemen persoalia dikaji secara mikro.
·         MSDM menganggap bahwa karyawan adalah kekayaan utama organisasi sehingga harus dipelihara dengan baik, manajemen personalia menganggap bahwa karyawan adalah factor produksi sehingga harus dimanfaatkan secara produktif.
·         MSDM pendekatannya secara modern sedangkan manajemen personalia pendekatannya secara klasik.
MSDM adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu terwujudnya tujuan organisasi.
Fungsi-fungsi MSDM terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan, pengembangan kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian tenaga kerja.
B.     Komponen MSDM
1.      Pengusaha
Pengusaha adalah setiap orang yang menginvestasikan modalnya untuk memperoleh pendapatan dan besarnya pendapatan itu tidak menentu tergantung pada laba yang dicapai perusahaan tersebut.
2.      Karyawan
Karyawan adalah penjual jasa, merupakan kekayaan utama suatu perusahaan, karena tanpa keikutsertaannya, aktivitas perusahaan tidak akan terjadi. Keryawan mendapat kompensasi yang besarnya telah ditetapkan sebelumnya. Posisi karyawan dibagi 2:
a.       Karyawan operasional
Setiap orang yang secara langsung mengerjakan sendiri pekerjaannya sesuai dengan perintah atasan.
b.      Karyawan Manajerial
Setiap orang yang berhak memerintah bawahannya untuk mengerjakan sebagian pekerjaannya sesuai dengan perintah. Karyawan manajerial dibagi 2:
1)      Manajer lini
Seorang pemimpin yang mempunyai wewenang lini, berhak dan bertanggung jawab langsung merealisasi tujuan perusahaan.
2)      Manajer staf
Pemimpin yang mempunyai wewenang staf yang hanya berhak memberikan saran dan pelayanan untuk memperlancar penyelesaian tugas-tugas.
3.      Pemimpin atau manajer
Pemimpin adalah seseorang yan mempergunakan wewenang dan kepemimpinannya untuk mengarahkan oranglain serta bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapai suatu tujuan. Kepemimpinan adalah gaya seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya agar mau bekerja sama dan bekerja efektif sesuai dengan perintahnya. Asas-asas kepemimpinan adalah bersikap tegas dan rasional, bertindak konsisten dan berlaku adil dan jujur.
Setiap pemimpin termasuk manajer personalia karena tugasnya mengatur personel yang menjadi bawahannya.
Menurut john frech dan Bertram Raven, factor yang dapat mendukung manajer dalam memimpin para bawahannya antara lain sebagai berikut:
1.      Otoritas-otoritas manajer untuk coercive power, reward power, legitimate power, expert power, dan reference power.
2.      Para karyawan masih mempunyai kebutuhan yang sama, yaitu kebutuhan makan, berkelompok, social, kerja sama, memperoleh kepuasan kerja.
3.      Orang-orang yang mau bekerja sama dan hidup berkelompok karena adanya keterbatasan limit, yaitu keterbatasan fisik dan mental.
4.      Orang-orang yang mau bekerja sama karena keinginan untuk mempertahankan hidup, berkuasa, mendapat pujian dan pengakuan.
C.     Peranan MSDM
MSDM mengatur dan menetapkan program kepegawaian yang mencakup masalah-masalah sebagai berikut:
1.      Menetapkan jumlah, kualitas, dan penempatan teaga kerja yang efektif sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan job description, job specification, job requirement, dan job evaluation.
2.      Menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berdasarkan asas the right man in the right place and the right man in  the right job.
3.      Menetapkan program kesejahteraan, pengembangan, promosi dan pemberhentian.
4.      Meramalkan penawaran dan permintaan sumber daya manusia pada masa yang akan dating.
5.      Memperkirakan keadaan perekonomian pada umumnya dan perkembangan perusahaan pada khususnya.
6.      Memonitor dengan cermat undang-undang perburuhan dan kebijaksanaan pemberian balas jasa perusahaan-perusahaan sejenis.
7.      Memonitor kemajuan teknik dan perkembangan serikat buruh.
8.      Melaksanakan pendidikan, latihan dan penilaian prestasi karyawan.
9.      Mengatur miutasi karyawan baik vertical maupun horizontal.
10.  Mengatur pension, pemberhentian dan pesangonnya.
D.     Perkembangan MSDM
Perkembangan MSDM didorong oleh masalah-masalah ekonomis, politis, dan social.
Masalah-masalah ekonomis:
1.      Semakin terbatasnya factor-factor produksi menuntut agar sumber daya manusia dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
2.      Semakin disadari bahwa sumber daya manusia paling berperan dalam mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.
3.      Karyawan akan meningkatkan moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerjanya jika kepuasaan diperoleh dari pekerjaannya.
4.      Terjadinya persaingan yang tajam untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas dia antara perusahaan.
5.      Para karyawan semakin menuntut keamanan ekonominya pada masa depan.
Masalah-masalah politis meliputi:
1.      Hak asasi manusia semakin mendapat perhatian dan kerja paksa tidak diperkenankan lagi.
2.      Organisasi buruh semakin banyak dan semakin kuat mengharuskan perhatian yang lebih baik terhadap sumber daya manusia.
3.      Campur tangan pemerintah dalam mengatur perburuhan semakin banyak.
4.      Adanya persamaan hak dan keadilan dlam memperoleh kesempatan kerja.
5.      Emansipasi wanita yang menuntut kesamaan hak dalam memperoleh pekerjaan.
Masalah-masalah social meliputi:
1.      Timbulnya pergeseran nilai di dalam masyarakat akibat pendidikan dan kemajuan teknologi.
2.      Berkurangnya rasa kebanggaan terhadap hasil pekerjaan, akibat adanya apesialisasi pekerjaan yang mendetail.
3.      Semakin banyak pekerja wanita yang karena kodratnya perlu mendapat pengaturan dengan perundang-undangan.
4.      Kebutuhan manusia yang semakin beraneka ragam, material dan nonmaterial yang harus dipenuhi oleh perusahaan.
E.      Metode Pendekatan MSDM
3 Pendekatan yang dapat dilakukan:
1.      Pendekatan mekanis
Mekanisasi adalah mengganti peranan tenaga kerja manusia dengan tenaga mesin untuk melakukan pekerjaan. Pendekatan mekanis ini menitik beratkan analisisnya kepada spesialisasi, efektivitas, standardisasi, dan memperlakukan karyawan sama dengan mesin.
Pendekatan mekanis ini akan mengaikabatkan timbulnya masalah-masalah berikut.
a.       Pegangguran teknologis
Mekanisasi berarti bahwa pekerjaan yang dilaksanakan dengan metode padat karya (labor intensive) menjadi metode utama modal (capital intensive). Penggantian metode kerja ini akan mengakibatkan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya, sebab tenaga satu mesin dapat mengganti pekerjaan dari banyak orang.
b.      Keamanan ekonomis
Kehilangan pekerjaan mengakibatkan kehilangan pendapatan. Yang akan mengakibatkan rasa tidak aman dalam arti ekonomi.
c.       Organisasi buruh
Organisasi buruh bertujuan untuk melindungi kepentingan buruh dari perlakuan yang sewenang-wenang oleh manajer serta ditunggangi oleh unsur-unsur politis dari golongan-golongan tertentu.
Reaksi manajer untuk menghadapi organisasi buruh, antara lain:
1.      Menolak memperkerjakan mereka yang menjadi anggota serikat organisasi buruh.
2.      Membuat daftar hitam mengenai orang-orang yang telah masuk organisasi buruh dan daftar ini diedarkan kepada perusahaan-perusahaan lain.
3.      Memasukkan unsur politik sebagai alas an penolakan pembentukan organisasi buruh di perusahaan.
d.      Kebanggan dalam Pekerjaan
Spesialisasi akan meningkatkan keterampilan karyawan, tapi disisi lain pekerjaan menjadi membosankan, dan kebanggaan terhadap pekerjaan semakin rendah, sebab hasil akhir dari pekerjaan dirasa kurang berarti.
2.      Pendekatan paternalis
Para bawahan diperlakukan dengan baik, bawahan dianggap sebagai anak-anaknya. Pendekatan ini mengakibatkan karyawan menjadi manja, malas sehingga produktivitas kerjanya turun. Akhirnya laba berkurang bahkan perusahaan bis rugi dan kelangsungan hidupnya terancam. Hal ini mendorong timbulnya pendekatan system social.
3.      Pendekatan system social
Memandang bahwa organisasi/perusahaan adalah suatu system yang kompleks yang beroperasi dalam lingkungan yang kompleks yang bias disebut sebagai system yang ada diluar..
Setiap system mengandung masukan (input), proses, keluaran (output), dan merupakan sebuah kesatuan yang bekerja sendiri.
Pendekatan system social ini mengutamakan kepada hubungan harmonis, interaksi yang baik, saling menghargai, saling membutuhkan, dan saling mengisi sehingga terdapat suatu total system yang baik.
F.      Fungsi MSDM
1.      Perencanaan.
Merencanakan program kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan.
2.      Pengorganisasian
Kegiatan untuk menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasi dalam bagan organisasi.
3.      Pengarahan
Mengarahkan semua karyawan, agar mau bekerja sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan bersama.
4.      Pengendalian
Kegiatan mengendalikan semua karyawan , agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana.
5.      Pengadaan
Proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
6.      Pengembangan
Proses peningkatan keterampilan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karywan melalui pendidikan dan pelatihan
7.      Kompensasi
Pemberian balas jasa langsung (direct) atau tidak langsung (indirect), uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang diberikan kepada perusahaan.
8.      Pengintegrasian
Kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan.
9.      Pemeliharaan
Kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalityas karyawan, agar mereka tetap mau bekerja sama sampai pension.
10.  Kedisiplinan
Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan norma-norma social.
11.  Pemberhentian
Putusnya hubungan kerja seseorang dari suatu perusahaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar